Aku berjalan kembali ke kamarku, berganti baju, dan menyalakan teleponku untuk bergetar. Aku duduk di atas ranjang dan membuka ranselku, dan mengeluarkan Game yang Egil berikan padaku.
«ALfheim Online».
Aku belum pernah mendengar nama ini, jadi aku membaca buku petunjuknya.
Pada dasarnya, sebelum memainkan MMORPG, aku akan kumpulkan informasi melalui sejumlah majalah dan forum, namun kali ini aku bahkan tak ragu ragu. Aku membuka bungkus Game dan mengeluarkan ROM di dalamnya. Aku mencolokkan router Nerve Gear kedalamnya, dan memasukkan ROM ke dalam slotnya. Setelah beberapa detik, cahaya indikator utama berhenti berkilat, dan berubah menjadi padat.
Duduk di sisi ranjang, aku menempatkan Nerve Gear di mataku dengan kedua tanganku.
Nerve Gear yang dulu berkilau saat ini sudah sedikit rusak, dan catnya terkelupas disana sini. Selama dua tahun, ia terus menjadi pemenjaraku sekaligus rekan yang selalu bisa kuandalkan.
“---------Sekali lagi, tolong pinjamkan aku kekuatanmu.”
Dengan itu dalam pikiranku, aku menaruh Nerve Gear di kepalaku dan mengencangkan tali di dagu. Dengan bingkai dan kacamata sudah terpasang, aku memejamkan mataku.
Kecemasan dan kegirangan membuat jantungku berdegup dengan kencang, saat aku mencoba menurunkan detak jantungku yang menggila, aku mengatakan ‘LINK START’!
Cahaya yang melintas di penutup mataku perlahan lenyap. Transmisi dari saraf penglihatanku telah terpotong, dan mataku terselimuti oleh kegelapan.
Tak lama kemudian, logo seperti pelangi muncul, dan «Nerve Gear» tanpa bentuk secara perlahan mulai membentuk logo. Gambarnya, yang awalnya kelihatan kabur, adalah untuk tujuan mengkonfirmasi hubungan ke saraf penglihatanku. Pada akhirnya, sebaris teks muncul di bawah logo untuk mengkonfirmasi kalau hubungan visual sudah OK.
Selanjutnya adalah tes suara, dan beragam suara aneh mulai bersahut sahutan. Suara yang awalnya terdengar berantakan mulai menjadi indah dan berubah menjadi harmoni terpadu, sebelum volumenya perlahan mengecil dan akhirnya mati. Saat ini sempurna, sebaris teks muncul untuk mengkonfirmasi kalau sambungan ke saraf pendengaran juga sudah OK.
Prosedur koneksi berikutnya berlanjut. Sekarang berpindah ke perasaan sentuhan dan gravitasi, perasaan ranjangku dan bobot perlahan lenyap. Seiring tes koneksi berlanjut dengan beragam indera, sejumlah kata OK muncul yang mendandakan koneksi sukses. Kalau teknologi FULLDIVE sudah meningkat, maka proses ini bisa dipersingkat secara drastis, dan yang perlu kulakukan hanyalah menunggunya sampai selesai.
Akhirnya, OK terakhir muncul, dan tak lama kemudian membawaku yang berada dalam kegelapan ke warna warna pelangi, ilusi dari dunia Game. Setelah melintasi sejumlah cincin, aku telah sampai di dunia berbeda.
---------Sebenarnya, masih terlalu awal untuk mengatakan itu. Keluar dari kegelapan aku melihat tanda registrasi akun. LOGO utama ALfheim Online perlahan muncul, disertai oleh suara wanita yang lembut.
Mengikuti instruksi yang diberikan, aku mulai menciptakan akun dan karakterku. Di ketinggian dadaku terdapat keyboard virtual yang pucat dan berkilau dan aku memasukkan User ID dan password yang diperlukan. Aku punya pengalaman beberapa tahun sebelum memainkan SAO, jadi proses ini sangat familiar bagiku. Karena ini adalah Game MMO yang bisa didownload, aku normalnya perlu memilih metode pembayaran, namun aku sudah membeli Game ini dan ia disertai oleh free trial satu bulan.
Selanjutnya aku memilih nama panggilan untuk karakterku. Aku tak terlalu banyak berpikir, dan memasukkan nama «Kirito».
Nama ini adalah bentuk kependekan dari nama asliku, Kirigaya Kazuto, dan tak ada banyak orang yang tahu itu. Mereka yang tahu adalah para tim penyelamat dari Kementrian Dalam Negeri, dan mereka yang punya hubungan dekat denganku, misalnya presiden Recto Yuuki Shouzou dan Sugou itu. Tentu saja termasuk Egil dan Asuna, yang masih belum bangun. Bahkan Suguha dan orang tua kami tak tahu soal itu.
Dalam insiden SAO, tak satupun dari informasi ini yang diberitahu pada umum, khususnya nama karakter. Ini karena di dunia itu seringkali terjadi pertarungan antar pemain yang berdampak pada kematian mengerikan di dunia nyata. Kalau publikasi tanpa pembatasan dari informasi ini dibiarkan, maka tak akan sulit mendapati banyak surat pelanggaran hukum terlampir.
Pada saat itu, kesalahan untuk pembunuhan SAO seluruhnya ditujukan pada kepala Kayaba Akihiko, yang keberadaannya saat ini tak diketahui. Kerabat para pemain juga terus mencekal Argus untuk kerugian mereka, yang berdampak pada bangkrutnya perusahaan tersebut. Anggap saja, meski yang melakukan kesalahan terbesar adalah Kayaba itu, maka tak terhindarkan kalau arus deras pelanggaran hukum akan seluruhnya dilimpahkan pada perusahaan.
Dengan sedikit gentar aku menyadari nama yang dikenal dengan Sugou Nobuyuki, dan karena itu nama yang agak terkenal aku mengubahnya dari bentuk romani menjadi bentuk kana. Gender yang kupilih, tentu saja, laki laki.
Kemudian, suara membujukku untuk memilih karakterku. Inilah saat pemain memilih akan seperti apa karakter mereka nanti. Banyak parameter dipilih secara acak dan sistem tak menjelaskan bagaimana mereka berganti. Yang menggangguku adalah biaya tambahan akan diperlukan untuk mengubah penampilanku. Terserahlah, apa saja boleh.
Ada sembilan ras peri berbeda untuk dipilih dari saat memutuskan peran karakterku. Tiap tiap ras memiliki kekhususan dan kelemahan tersendiri yang bisa dijelaskan sebelum aku harus memilih. Salamander, sylphs, dan Gnome sangatlah umum bagi RPG, namun Cait Sith dan Leprechaun tidak terlalu.
Aku tak berniat memainkan Game ini terlalu serius, jadi apa saja boleh bagiku. Jadi karena aku menyukai perlengkapan yang bertema gelap, aku memilih «Spriggan» dan menekan OK.
Setelah menyempurnakan setup dasar, suara buatan mulai berdering sambil berkata “Semoga Berhasil”, aku sekali lagi dikirim ke dalam pusaran cahaya. Menurut suara, aku tengah dikirim ke kampung halaman rasku, Spriggan, sebagai poin permulaan dari Game. Sensasi dari tanah menghilang, dan digantikan oleh perasaan mengapung, kemudian dengan perasaan jatuh ke dunia lain. Cahaya cerah menandai kepindahanku, dan dunia baru perlahan muncul dan nampak semakin jelas. Aku jatuh ke arah pedesaan dari jauh di atas kegelapan.
Setelah dua bulan lepas dari FULLDIVE, stimulasi ini sekali lagi menggairahkan sarafku. Dalam cara ini, aku perlahan mendekati istana ramping di pusat kota—
Pada saat itu.
Adegan di depan mataku mendadak membeku. Nampaknya ada cacat muncul disini dan disana dalam bentuk poligon yang lenyap, dan suara seperti halilintar bisa terdengar sepanjang dunia. Resolusi dari semua objek dengan tajam mulai buyar, menjadi seperti mosaik, dan dunia ini melebur dan runtuh bersamaan.
“A – Apa apaan ini!?”
Bahkan suara teriakanku tak bisa didengar – aku mulai terlempar dengan kencang sekali lagi. Pada kegelapan yang sangat luas tanpa akhir, aku turun ke tanah dalam posisi jatuh bebas.
“Harus apa aku sekarang!? AHHHHHHH!”
Teriakanku terhisap kedalam kegelapan sebelum perlahan lahan menghilang.
Sumber : http://www.baka-tsuki.org/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar